Mahasiswa Berikan Kado dalam HUT ke-18 Kabupaten Luwu Utara

27 April 2017 20:32
Indah Putri Indriani (Foto:Int)

MAKASSAR, INIKATA.com – Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Pemerhati Keadilan (KPMPK) memberi sebuah kado di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Luwu Utara. Kado yang diberikan mahasiswa berupa  ucapan semoga menjadi Kabupaten berkembang dibawah kepemimpinan bupati Indah Putri Indriani.

Adhi puto palaza, mengatakan, dalam rangka hari jadi Kabupaten Luwu Utara yang ke-18, Bupati Luwu utara dapat menjadikan proyeksi serta renungan atas amanah (sumpah janji) yang di embangnya selaku bupati atas kepercayaan sebagai pemimpin rakyat yang dapat membawah kabupaten Luwu Utara menjadi lebih baik.

Namun, salah satu ketidak berhasilan bupati Luwu Utara saat ini, Adanya kasus Mega proyek Dana insentif daerah (DID) dikabarkan melibatkan sejumlah pejabat pemerintahan di Kabupaten Lutra.

“Salah satu nama yang disebut-sebut adalah orang nomor satu (Bupati) Indah Putri Indriani di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulsel. Sementara Dalam kasus ini belum ada titik terang bahkan penetapan tersangka di duga hanyalah perpanjangan tangan.” kata Adhi.

Anggaran Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2011 diberikan Kementerian Keuangan RI senilai Rp 24 miliar untuk sarana pendidikan dari seluruh item tersebut ditemukan adanya kesalahan spesifikasi sehingga terjadi selisih harga dan menyebabkan kerugian negara Berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, kerugian ditaksir senilai Rp 3,6 miliar.

“KPK Segera melanjutkan proses penanganan kasus tindak pidana korupsi DID Tahun anggaran 2011 Sebelum DID tahun 2017 sebesar 7 Millyar kembali beroperasi, Jika terbukti KPK Segera menyeret dan mengadili bupati luwu utara Indah putri indriani,” tangkasnya.

Sementara Muhammad Akbar menambahkan, bukan hanya itu, pihaknya juga menuntut agar pemerintah segera menghentikan pembangunan PLTA Seko dan mengentikan kriminalisasi terhadap masyarakat seko utamanya perempuan juga Kapolda Sulawesi selatan dapat mencopot Kapolres Luwu Utara serta tarik anggota Satuan Sabarah yang masih ada di tanah adat seko.

Koalisi Pemuda Mahasiswa Pemerhati Keadilan hanya menitip pesan dalam momentum hari jadi Kabupaten Luwu Utara.

“Kau yang belum pernah merasa Tapi selalu menunjukkan memiliki rasa yang lebih. Merasa akan terjahati tapi sayang, rasa itu hanya terakui untuk dirimu sendiri. Kau tak pernah mau tahu rasa yang telah membadai yang memporak-porandakan hati dan kehidupan mereka yang memberimu kuasa,” tegas Akbar.(**)