Maju Pilwalkot Palopo, Umar Laila Direstui Keluarga

19 Maret 2017 20:38
Bakal Calon Wali Kota Palopo, Umar Laila.

PALOPO, INIKATA.com – Niat Pengacara kondang, Umar Laila untuk bertarung di Pemilihan Wali Kota Palopo sepertinya tak main-main. Bahkan setelah terdengar kabar dirinya berkeinginan maju kerabat dosen Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma itu langsung direstui oleh keluarganya. Bahkan saat melakukan silaturahmi dengan keluarganya yang berada di daerah songka, ayah dari tiga anak ini disambut baik dan sangat didukung untuk maju di Pilwalkot.

“Bismillah, kami sangat senang apabila keluarga mau maju di Pilwalkot sebagai bakal calon wali kota. Tentunya kami akan mendukung langkah yang ingin Puji sapaan akrab Umar Laila. Dan pastilah kami dari rumpun keluarga siap memenangkannya diwilayah songka,” kata Kakak Kandung Umar Laila, Suaib Laila, Minggu (19/03/2017).

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa adiknya merupakan sosok yang ideal untuk memimpin Kota Palopo lima tahun kedepan, karena dia memiliki karakter yang santun dan tegas dalam bertindak yang merupakan modal dasar untuk menjadi seorang pemimpin.

“Dia itu sopan sekali bicara sama orang terlebih lagi dengan keluarga tapi kalo kita bicara tentang ketegasan dia juga bisa tegas apalagi kalau bicara persoalan hukum dia tidak kenal kompromi kalau salah ya salah bgegitupun sebaliknya,” ujar Desituru sapaan akrab Suain Laila.

Salah satu orang dituakan di daerah songka ini juga mengatakan, diantara mereka dari delapan bersaudara hanya Umar Laila saja yang peduli dengan pendidikan. Hal itu dibuktikan dengan tingkatan pendidikannya yang berhasil mendapat Magister Hukum di Universitas Muslim (UMI) Makassar selama kurang lebih sepuluh tahun, dan kini di dua Perguruan Tinggi di Kota Palopo yakni Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) dan Universitas Andi Djemma mewakafkan dirinya untuk mengabdi sebagai dosen.

“Itu Puji dia mi yang paling cerdas diantara saudara-saudaranya, baru dia sendiri juga yang biayai sekolahnya waktu kuliah di Makassar baik jenjang S1 maupun S2,” bebernya.

Ia pun menambahkan, dalam diri adiknya itu mengalir darah seorang pemimpin dari  ayahnya almarhum Guru Laila yang merupakan salah kepala Kampung pada masa kolonial Belanda dan Jepang serta tokoh pemimpin sangat disegani di daerah Purangi, Songka, Mawa dan sekitarnya. Serta kepala medis/tim kesehatan dari Kahar Mudzakkar pada masa itu.

“Itu Puji mirip sekali dengan almarhum, dari  pemikirannya dan tingkah lakunya, pasti senang sekali semua keluarga kalaudia yang pimpin palopo nanti,” tuturnya.

Sementara, Umar Laila yang dimintai tanggapan mengatakan, apa yang menjadi dukungan keluarga tentu direspon dengan baik. Termasuk dukungannya untuk mendorong dirinya maju di Pilwalkot nanti. “Insya Allah, kalau keluarga dan para kerabat keluarga yang menginginkan maju saat terima amanah itu,” tutup Umar Laila. (**)