Gegara Surat Palsu Dua Warga Pangkep Disangkakan

13 Maret 2017 18:47
- Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur telah menetapkan dua orang warga sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen atau surat hibah lahan tambak seluas puluhan hektare. Keduanya yakni Arsyad alias Ressa dan Sakka.

LUTIM, INIKATA.com – Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur telah menetapkan dua orang warga sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen atau surat hibah lahan tambak seluas puluhan hektare. Keduanya yakni Arsyad alias Ressa dan Sakka.

Penetapan tersangka tersebut tertuang dalam surat penetapan dengan nomor : SP. TETAP.TSK/01/II/2017/Reskrim ditanda tangani oleh Kepala Kesatuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim), AKP Akbar A Malloroang.

Warga yang berdomisili di Bulu Sipong, desa Bara Batu, kecamatan Labakkang, kabupaten Pangkep ini terbukti melakukan tindak pidana membuat surat palsu sehingga dijerat pasal 263 ayat 1 KUHP subsider pasal 263 ayat 2 KUHP.

Informasi yang dihimpun, pelapor yang diketahui bernama, Fahrimuddin Malik nekat melaporkan tersangka karena kesal. Soalnya, lahan tambak miliknya yang ada di desa Manurung, kecamatan Malili dikuasai tersangka.

Bukan hanya itu, tersangka juga mengaku adalah pemilik lahan sehingga menyewakan lahan tambak yang bukan miliknya ini kepada orang lain dengan dasar surat atau dokumen yang diduga telah dipalsukan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur,AKP Akbar A Malloroang yang dikonfirmasi, Senin (13/3/2017) membenarkan adanya penetapan tersangka tersebut. “Ada dua tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan ini yakni Ressa dan Sakka,” ungkapnya.

Untuk Sakka sendiri, kata Akbar, pihak penyidik belum dapat memberikan keterangan sebagai tersangka untuk kelengkapan berkas perkara. Soalnya, tersangka saat ini masih dalam kondisi tidak sehat atau dalam keadaan sakit.

Menurutnya, kedua tersangka tersebut telah terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen berdasarkan hasil pemeriksaan dari laboratorium forensik. “Berkas perkara Arsyad alias Ressa sudah dilimpahkan ke Jaksa kalau Sakka sendiri belum karena sakit,” ungkap Akbar. (**)