Investor Lirik Potensi Pertanian di Luwu Timur

13 Maret 2017 0:31
Investor Lirik Potensi Pertanian di Luwu Timur

LUTIM, INIKATA.com – Kabupaten Luwu Timur memiliki potensi pertanian yang sangat menjanjikan. Mulai dari potensi sawah seluas 25.181 hektare, kebun kakao 25,764.18 hektare, kebun sawit 10.672.66 hektar, kebun lada seluas 5.481,81 hektare dan berbagai komoditas pertanian lainnya.

Potensi yang sangat menjanjikan ini membuat sejumlah investor mulai melirik untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian yang menjadi unggulan di daerah bertajuk Bumi Batara Guru tersebut.

Seperti hari ini,  investor dari dua perusahaan ternama di Indonesia melakukan kunjungan bisnis di Kabupaten Luwu Timur. Mereka adalah Eriza, Direktur Bisnis dan Pengembangan PT Kaltim Industrial Estate, dan Masni, General Manager Bisnis dan Pengembangan PT. Kaltim Industrial Estate, selanjutnya Ricky Warganegara selaku Direktur Bisnis dan Pengembangan PT Kemurgi dan Sapto Trianggono, Direktur Utama PT Kemurgi.

Dalam kunjungan itu, para investor ini tertarik mengembangkan komoditas padi. Mereka diajak melihat sentra-sentra produksi padi di wilayah Kecamatan Tomoni dan sekitarnya termasuk lokasi yang menjadi titik pusat rencana pembangunan pabrik beras, Minggu (12/03/2017).

“Kami sangat tertarik untuk membangun pabrik beras dengan melihat potensi yang ada. Termasuk juga industri turunannya seperti minyak dedak, tepung hingga pupuk” kata Ricky.

Dikatakannya, produk dari bahan beras tersebut diupayakan tidak menghasilkan limbah. “Semua akan kami olah menjadi aneka produk yang bermanfaat” tambahnya.

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengaku sangat menyambut baik rencana investasi tersebut. Menurutnya kendala petani selama ini karena tidak tersedianya pabrik sehingga petani langsung menjual dalam bentuk gabah kering sehingga nilai jualnya jauh lebih rendah.

“Dengan komitmen pembangunan pabrik beras tersebut, para investor ini tentu saja akan sangat membantu para petani kita” kata Husler.

Menurutnya, ini peluang yang cukup baik, makanya pemerintah akan siapkan lahan yang sudah tidak produktif untuk pembangunan pabrik beras. Sementara untuk produk turunannya akan di pusatkan di Kawasan Industri Malili di Desa Pasi-Pasi Kecamatan Malili.

Untuk diketahui, Perusahaan Kaltim Industrial Estate ini merupakan perusahaan yang mengelola 240 hektar kawasan industri PT Pupuk Kaltim. Sementara PT Kemurgi ini perusahaan yang bergerak di bidang industri turunan pangan berbasis padi dan sawit, serta energi terbarukan. (**)