Versi SRC, Survei Haidir Basir Ungguli Wawali

24 Februari 2017 21:17
Direktur SRC, Surahman.

PALOPO, INIKATA.com-Sawerigading Riset Center (SRC) merilis hasil survei terhadap sejumlah figur di Kota Palopo yang disebut-sebut bakal ikut bertarung pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo 2018 mendatang.

Hasilnya, tiga besar masih diisi oleh pemain lama. HM Judas Amir sebagai incumbent masih kokoh berada di puncak dengan raihan elektabilitas 20,8 persen. Meski berada dipuncak namun, poisis HM Judas Amir terancam disalip oleh pemain lama lainnya. Dibawah HM Judas Amir, bertengger nama Haidir Basir yang juga mantan kandidat walikota pada Plwalkot sebelumnya, dengan 19,5 persen tingkat elektabilitasnya.

Sementara Wakil wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud, yag juga wakil Wali Kota Palopo berada pada posisi ketiga dengan selisih 4 persen dari Haidir Basir. Ome-sapaan akrab Wawali-hanya mengantongi elektabilitas sebesar 15,5 persen saja.

”Tiga besar masih diisi oleh Judas Amir, Haidir Basir dan Akhmad Syarifuddin,” ungkap Direktur SRC, Surahman, Jumat (24/2/2017).

Baca juga: Bakal Calon Walikota Palopo Jaga Silaturahmi dengan Warga

Sementara mantan Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso yang akhir-akhir ini terkesan pasif, justeru berada pada posisi keempat dengan tingkat elektabilitas sebesar 9.0 persen, disusul pendatang Baru, Budi Sada, dengan tingkat elektabilitas sebesar 5,5 persen.
Dibawah angka lima persen, terdapat beberapa nama lama dan juga pendatang baru, seperti Alimuddin Nur yang hanya meraih angka 4.0 Persen dan Martin Jaya 3,0 persen.
”Swing voters atau pemilih yag belum menentukan sikap, itu masih tinggi. Masih berada diangka 14.5 persen” kata Surahman.

Dalam melakukan survei tersebut, SRC menggunakan metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. “Populasi adalah seluruh warga Kota Palopo yang berusia diatas 17 Tahun atau sudah menikah,” lanjutnya.
Surahman mengatakan, tingkat kepercayaan untuk hasil survei yang dilakukannya sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 4,9 persen.

Baca juga: Survei: Pendidikan di Palopo Kini Lebih Baik

“Sampel diambil sebesar 400 responden dari total populasi dengan waktu sekitar 3 minggutermasuk spot check. Enumerator sebanyak 9 orang, termasuk analisis datanya,” ungkap Surahman.(**)