Peringati 1 Tahun Kepemimpinan Husler-Iwan, Mahasiswa Suarakan 11 Tuntutan

22 Februari 2017 20:18
Bupati Luwu Timur Thoriq Husler

PALOPO, INIKATA.com-Sejumlah mahasiswa Luwu Timur di Kota Palopo menggelar aksi unjukrasa dalam rangka memperingati satu tahun masa pemerintahan Husler-Iwan sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur.

Pada aksi unjukrasa itu, Muh Aswan Musa selaku koordinator lapangan mengatakan, bahwa selama satu tahun kepemimpinan Husler-Irwan, pihaknya mengakui ada prestasi yang telah ditorehkan namun masih banyak pula hal timpang ditengah masyarakat yang belum terselesaikan.

”Sebutlah misalkan, semakin merebaknya konflik sosial yg sudah hampir merata disemua Kecamatan yang tentunya menimbulkan kegaduhan baru ditengah ketentraman dalam keberagamaan masyarakat Lutim sejak terbentuknya luwu timur sebagai kabupaten hasil pemekaran dari kabupaten luwu utara sebagai induknya,”ujar Musa, Rabu (22/2/2017).

Olehnya itu ia mengajak seluruh elemen untuk senantiasa merenungi 1 tahun periodesasi kemepimpinan bupati-wakil bupati yang sementara berjalan ini.

”Saat ini seluruh mahasiswa, tokoh pemuda lintas kecamatan yang ada di Lutim, dan seluruh lapisan masyarakat asli lutim yg ada di kota palopo saat ini yg jumlahnya 2000an orang tentunya memanjatkan doa bagi pemerintahan sekarang agar lebih mementingkan kesejahteraan seluruh masyarakat lutim daripada mengedepankan kepentingan segelintir orang sembari kami juga tentunya melalui gelaran aksi kami hari ini sebagai langkah awal sikap kritis kami secara bersama. Melakukan otokritik untuk dijadikan bahan evaluasi oleh pemerintahan sekarang,” lanjutya.

Adapun 11 poin tuntutan para mahasiswa, yang merupakan gambara selama satu tahun pemerintahan Husler-Iwan, yang pertama, mendesak Bupati Lutim untuk melakukan penataan birokrasi pemerintahan yang jauh dari unsur KKN. Meminta bupati agar segera membenahi seluruh infrastruktur yang merata untuk menopang pembangunan di semua sektor.

”Ketiga, kami meminta penghentian pembukaan lahan dan pemabalakan liar yang telah lama terjadi dan Pembatalan pembangunan pabrik kelapa sakit di angkona,” ungkapnya.
Kelima, mahasiswa lutim meminta Bupati untuk lebih memaksimalkan Bumdes untuk menopang ekonomi kerakyatan. Memudahkan Akses permodalan UMKM, mengutamakan kesetaraan sekaligus pemerataan bantuan pendidikan di Palopo, serta mendesak bupati untuk menyediakan asrama mahasiswa di Kota Palopo.

Baca juga: Husler Ingatkan Pejabat SKPD Tidak Lampaui Kewenangan Bupati

”Yang tak kalah pentingnya adalah mengentaskan buta aksara dan buta baca alquran. Juga mendorong pendidikan dan kesehatan gratis  paripurna secara menyeluruh di Lutim,” tambahnya.

Poin tuntutan terakhir adalah meningkatkan kinerja seluruh ASN sesuai dengan kompetensi dan disiplin ilmu masing-masing di semua OPD Lutim. Aksi unjukrasa yang digagas oleh pemuda dan mahasiswa Lutim itu berlangsung selama dua jam. Selai menggelar aksi, dalam waktu dekat ini Mahasiswa Lutim juga akan menggelar dialog da berencana menghadirkan langsung Bupati Luwu Timur.

Baca juga: Temui BNPB, Husler Gencar Lobi Bantuan Pusat

”Dialog ini tentunya sebagai langkah konkrit kami untuk menyampaikan saran dan masukan serta otokritik terhadap pembangunan Lutim kedepan. Semoga Bupati tidak alergi dengan masukan dan saran dari kami selaku mahasiswa dan tokoh pemuda Lutim yang ada di Kota Palopo,” tandasnya. (**)