Luwu Timur Menuju Kabupaten Layak Anak

14 Februari 2017 18:16
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berupaya untuk mendukung percepatan pemenuhan hak-hak anak dan menjadikan daerah ini sebagai Kabupaten Layak Anak

LUTIM, INIKATA.com-Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berupaya untuk mendukung percepatan pemenuhan hak-hak anak dan menjadikan daerah ini sebagai Kabupaten Layak Anak. Salah satu langkah yang dilakukan dengan menggelar pelatihan fasilitator murembang anak yang berlangsung di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Selasa (14/02/2017).

Musrembang anak ini dibuka Sekretaris Daerah, Bahri Suli yang diikuti ratusan pelajar. Pertemuan ini mengangkat tema penguatan partisipasi anak dalam pembangunan untuk mewujudkan Kabupaten Luwu Timur layak anak menuju Luwu Timur Terkemuka 2021.

kegiatan ini dihadiri sekitar 150 orang pelajar SMP dan SMA/SMK sederajat se Kabupaten Luwu Timur. Tujuannya untuk mendengar keluhan-keluhan yang dirasakan para siswa termasuk juga memberikan ruang bagi para pelajar tentang ide dan harapannya kepada pemerintah” kata Plt. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Sukarti.

Ruang partisipasi tersebut, kata Sukarti memang diperlukan untuk memahami lebih jauh keinginan dan harapan anak tentang program pembangunan yang tengah di gagas pemerintah saat ini.

Sekda Luwu Timur, Bahri Suli mengatakan indikator kabupaten layak anak dapat dilihat dari sejauhmana partisipasi dan hak-hak anak mampu diakomodir dalam program pembangunan.

Baca juga: Untuk Pertama Kali Luwu Timur Raih Wahana Tata Nugraha

“Pelatihan fasilitator dalam muserembang anak ini sangat penting artinya untuk memberikan masukan yang bermanfaat bagi pemerintah dalam menjalankan program pembangunan” katanya.

Bahri juga berharap kepada para perwakilan anak yang hadir untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk memberi masukan dan harapannya tentang apa saja terjadi di lingkungan masyarakat, keluarga dan sekolahnya.

Baca juga: PMI Luwu Timur Gelar Senam Massal dan Donor Darah

“Masukan ini penting untuk menunjang program yang dijalankan. Kita harus berpihak pada anak kita, karena mereka merupakan aset kita untuk masa depan kelak,” ujarnya. (**)