Bupati Lutim Serahkan Kasus Rp23 Ribu ke Pihak Kepolisian

10 Februari 2017 15:24
Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler.

LUTIM, INIKATA.com – Kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) terkait pengecekan golongan darah dan pembuatan ID Card siswa dan guru serta pegawai yang menyeret salah seorang pejabat di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur juga mendapat tanggapan dari Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler.

Kepada awak media, orang nomor satu didaerah yang dijuluki Bumi Batara Guru tersebut menyerahkan kasus dugaan korupsi keaparat penegak hukum atau penyidik Mapolres Luwu Timur. “Kita serahkan saja ke aparat hukum yang sementara memproses,” ungkap Husler, Kamis 9 Februari kemarin.

Husler pun berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada pejabatnya tersebut setelah pihak Inspektorat memeriksa atau melakukan kajian terhadap kasus dugaan Pungli yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Luwu Timur, La Besse. “Pasti akan kami tindak dan akan kami berikan sanksi. Dan itu sudah jelas,” tegas Husler.

Sebelumnya, penyidik Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur telah menetapkan dua orang tersangka. Dua orang tersebut yakni Kadisdik, La Besse dan pihak rekanan dari Arta Global Medika (AGM), Agus Setiawan. Keduanya dinyatakan terbukti melakukan Pungli berdasarkan adanya rekomendasi yang dikeluarkan oleh La Besse.

Pada rekomendasi kegiatan pengecekan golongan darah plus pembuatan ID Card siswa dan guru serta pegawai tersebut memungut biaya senilai Rp23 ribu per siswa. “Penyidik sudah menetapkan dua tersangka setelah kita gelar perkara,” ungkap ketua tim Sapu Bersih (Saber) Pungli, Kompol Armin Anwar, Selasa (7/2) lalu.

Menurut Armin, Kepala Dinas Pendidikan, LB dan pihak rekanan dari Arta Global medika, AS telah dijerat dengan pasal 5, 11 dan 12 nomor 31 tahun 1999 sebagai mana telah dirubah nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. “Denda maksimal Rp1 miliar,” ungkapnya. (**)