Gegara Rp23 Ribu, Kadisdik Lutim Dijadikan Tersangka

7 Februari 2017 18:55
Kadisdik Drs. La Besse

LUTIM, INIKATA.com – Kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) terkait pengecekan golongan darah dan pembuatan ID Card siswa dan guru serta pegawai telah menyeret Kepala Dinas Pendidikan (kadisdik) Luwu Timur, La Besse dan pihak Arta Global Medika (AGM), Agus Setiawan.

Ketua tim Sapu Bersih (Saber) Pungli, Kompol Armin Anwar yang ditemui dirumah jabatannya, Selasa 7 Februari membenarkan penetapan tersangka kasus dugaan Pungli tersebut. “Penyidik sudah menetapkan dua tersangka setelah kita gelar perkara,”ujar Armin, Selasa (7/2/2017).

Kedua tersangka tersebut, kata Armin yakni, Kepala Dinas Pendidikan, LB dan pihak rekanan dari Arta Global medika, AS. “Mereka dijerat pasal 5, 11, dan 12 nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi,”katanya.

Baca juga: Warga Minta Bupati Copot Kadisdik

Armin menambahkan, tersangka telah terbukti menerima hadiah dengan didasari adanya rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Kepala Dinas. “Sementara pihak sekolah sendiri hanya menuruti saja,” ungkap Armin yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala (Waka) Polres Luwu Timur.

Sebelumnya, Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur telah mengusut kasus dugaan Pungli kegiatan pengecekan golongan darah plus pembuatan ID Card siswa dan guru serta pegawai dengan memungut biaya senilai Rp23 ribu per siswa. Nilai tersebut tertera pada rekomendasi dengan nomor 410/028/I/Dik-LT/2017.

Baca juga: Soal Rp23 Ribu, DPRD Hearing Pemda Lutim

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, La Besse yang dikonfirmasi awak media mengaku belum mendengar kabar penetapan tersangka dirinya. “Saya belum ada informasi dek,” ujar La Besse yang mengaku akan menjalani apa adanya jika betul dirinya telah ditetapkan menjadi tersangka.(**)