Warga Minta Bupati Copot Kadisdik

29 Januari 2017 16:56
La Besse, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Luwu Timur. (foto:ist)

LUTIM,INIKATA.com – Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler diminta oleh warganya untuk segera mengambil langkah tegas dalam pencopotan La Besse dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Luwu Timur.

Pasalnya, La Besse dinilai telah mengeluarkan rekomendasi yang bertentangan dengan niat tulus Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam pemberantasan Pungutan Liar (Pungli).

“Kami meminta ke Bupati agar mencopot Kadis Pendidikan karena dinilai telah mengeluarkan kebijakan sendiri yang bertentangan dengan niat tulus Presiden,” ungkap Erwin R Sandi, warga desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.

Erwin yang juga merupakan Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Luwu Timur ini menilai kalau sikap yang dilakukan oleh Kadisdik tersebut tanpa sepengetahuan pimpinan dalam hal ini Bupati atau wakil Bupati.

” Ini dugaan pungutan liar, saya rasa pak Bupati atau Wakil tidak tahu soal adanya rekomendasi kegiatan cek golongan darah untuk siswa dan guru di sekolah. Parahnya, ada pungutan Rp23 ribu per siswa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, melalui Pospera dugaan pungutan liar tersebut juga akan dilaporkan secara resmi kepada tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli), Senin 30 Januari hari ini.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Luwu Timur, La Besse tidak membatah soal adanya rekomendasi tersebut. Menurutnya, seluruh konsekuensi dari rekomendasi itu akan menjadi tanggung jawab dirinya.

“Rekomendasi itu benar dan untuk masalah ini saya yang tanggung jawab ndi,” ungkap La Besse melalui pesan singkatnya, Minggu 28 Januari kemarin.

Cek golongan darah tersebut, kata La Besse, bertujuan semata – mata hanya untuk mengetahui golongan darah saja. Itu dilakukan karena rupanya masih banyak para guru apalagi siswa yang saat ini belum mengetahui golongan darahnya.

“Semua sudah dihentikan, biaya tersebut kata pengelolanya untuk biaya pemeriksaan, pemotretan dan pembuatan kartu,” ungkap La Besse.

Sebelumnya, beredar surat rekomendasi Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur, La Besse perihal pungutan biaya senilai Rp23 ribu per siswa dan guru untuk mengecek golongan darah di setiap sekolah.

Rekomendasi dengan nomor 410/028/I/Dik-LT/2017 itu, berdasarkan surat dari Arta Global Medika (AGM) Palopo, nomor 001/S-Pemb/PALOPO/1-12-2017 perihal rekomendasi ijin cek golongan darah plus pembuatan ID Card siswa dan guru serta pegawai. (**)