Polisi Usut Dana BOS SMK dan SMA 1 Malili

24 Januari 2017 16:03
ilustrasi Korupsi Dana Bos

LUTIM,INIKATA.com – Penyidik Kepolisian Resort (Polres) Luwu Timur saat ini tengah mengusut kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Malili dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Malili.

Kedua sekolah tersebut terindikasi adanya dugaan melawan hukum atau mark up atas sejumlah kegiatan yang dikelola dengan menggunakan dana BOS pada tahun anggaran 2014 dan 2015 lalu.

Kepala Kesatuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Mapolres Luwu Timur, Iptu Akbar Andi Malloroang yang ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa 24 Januari membenarkan adanya kasus dana BOS SMK dan SMA Negeri 1 Malili yang ditanganinya.

Menurutnya, kasus dugaan korupsi tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan terindikasi adanya dugaan mark up pada sejumlah kegiatan. “Dugaannya adalah mark up. Kasus ini juga masih sebatas penyelidikan,” ungkap Akbar.

Dalam kasus ini, kata Akbar, pihaknya juga sudah memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan soal kasus dugaan mark up tersebut. “Kita masih terus mendalami. Pihak terkait seperti kepala sekolah juga sudah kita panggil,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Malili, M Idris Rasak membenarkan jika ia sudah dipanggil oleh pihak Kepolisian terkait kasus dana BOS tahun 2014 dan 2015 lalu. “Saya sudah dipanggil soal ini. Sudah tiga kali diperiksa pak,” ungkapnya.

Dirinya mengakui kalau seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan itu berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ada sehingga ia sangat menyakini tidak ada sesuatu yang bertentangan dengan aturan atau mark up. “Insya Allah pak tidak ada yang mark up,” ungkap Idris.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Malili, Muhammad Saleh juga menyakini kalau dana BOS yang dikelolanya saat itu juga sudah sesuai Juknis dan tidak terjadi mark up. “Insya Allah dek tidak ada Mark Up. Saya yakin dek,” ungkap Saleh.

Ia menambahkan, sekolah yang dipimpinnya saat ini merupakan sekolah percontohan yang ada di Luwu Timur sehingga dirinya setiap saat mengingatkan pihaknya agar selalu berhati – hati dalam mengelola anggaran. “Ini sekolah percontohan sehingga setiap saat saya selalu ingatkan bendahara agar berhati – hati kelola anggaran,” ungkap Saleh. (***)