Pemkot Gandeng BPK Telusuri Investasi City Market

26 Juli 2016 22:29

PALOPO, INIKATA.com – Pemerintah Kota Palopo dalam waktu dekat ini akan menurunkan Tim Pemeriksaan Khusus (TPK), terkait penundaan pembayaran sisa angsuran PT Niviron selaku pengelola City Market kepada Pemerintah Kota Palopo, sesuai yang tertuang didalam MoU pengelolaan bangunan komersial. Hingga saat ini, PT Niviron masih membandel, dan enggan membayar sisa angsuran tersebut.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendapatann Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palopo, Hamzah Jalante, Selasa (26/7/16) tadi.

Ia mengatakan, diturunkannya tim yang melibatkan inspektorat dan Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP), merupakan upaya pemerintah Kota Palopo dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Apalagi Pemerintah Kota Palopo menurut Hamzah telah menyampaikan surat peringatan terakhir kepada pihak PT Niviron.

Hanya saja, menurutnya belum ada tanda-tanda itikad baik PT Niviron untuk membayar angsuran yang tersisa. “Kami sudah melayangkan surat peringatan yang ketiga, dan itu surat peringatan terakhir. Sembari kita melihat seperti apa sikap PT Niviron, maka kita akan turunkan tim pemeriksaan khusus dengan melibatkan Inspektorat dan BPKP,” kata Hamzah, via seluler.

Tim yang turun menurut Hamzah akan memeriksa sejumlah kontrak Pengelola City Market dengan sejumlah tenant yang saat ini ada di City Market, khususnya nilai kontrak. Hal itu dilakukan untuk mengumpulkan bahan sebelum menempuh langkah hukum selanjutnya, seperti yang diungkapkan Wali Kota Palopo beberapa waktu lalu.

“Pihak PT Niviron selalu beralasan soal investasi. Sementara kita tidak pernah menerima laporan sebesar apa investasi yang ada di City Market, makanya Pemkot menurunkan tim ini untuk memeriksa setiap kontrak antara City Market dan Tenant yang ada di City Market,” tambahnya.

Sementara itu, aktivis pemuda Kota Palopo, Rudi Rasyid mengungkapkan, jika Pemerintah Kota Palopo tidak boleh lagi mendiamkan persoalan ini. Bahkan, jika pihak PT Niviron hingga pekan ini tidak memenuhi kewajibannya sesuai yang tertera didalam kontrak yang ada, maka Pemkot menurutnya harus menghentikan pengoperasian City Market, mengganti PT Niviron dengan pengelola yang baru.

“Pemerintah harus berani dan tegas. Karena ini sudah sangat merugikan daerah kita. Jangan sampai hal ini berlarut dan menimbulkan kerugian daerah yang lebih besar lagi,” sambungnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kota Palopo segera melakukan kordinasi dengan Pihak Kejaksaan Negeri sebagai pengacara negara untuk menuntaskan persoalan tersebut. (Radar Luwu Raya)