Eksekusi Lahan Sampoddo, Tangis Histeris Warga Pecah

18 Juli 2016 13:50

PALOPO, INIKATA.com – Amar putusan tentang perintah pelaksanaan eksekusi lahan seluas 25,5 hektar di Kelurahan Sampoddo dan Purangi dibacakan Senin (18/7/16) tadi.

Juru sita Pengadilan Negeri Kelas I B Palopo, Ani Bunga yang juga Panitera Sekretaris dikawal puluhan brimob dengan suara lantang memperdengarkan bacaannya dengan pengeras suara.

Setelah pembacaan, M Nur yang menjadi pemenang atas perkara lahan itu turun dari mobil barracuda milik Polres Palopo. Di situ, M Nur menghampiri Ani Bunga. Keduanya bersalaman lalu berpelukan dan tersenyum kemenangan.

Setelah itu, M Nur kemudian kembali naik ke barracuda dan meninggalkan lokasi eksekusi. M Nur yang sempat dimintai keterangan, dia memilih untuk diam. “Silahkan bicara saja dengan kuasa hukum saya,” katanya berlalu.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi pembacaan amar putusan, jerit warga yang rumahnya berada di atas lokasi milik M Nur menyayat kebisingan. Histeris, sampai-sampai ada yang meronta-ronta di atas tanah. Tak sedikit juga warga yang pingsan setelah melihat rumah yang ditempatinya selama ini rata dengan tanah.

“Jangan gusur rumah kami Pak. Jangan. Kembalikan rumah kami,” ungkap warga yang menjerit ditengah kerumunan warga. Warga yang histeris kemudian diamankan oleh Polwan ke tempat lebih baik.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono yang turun langsung dalam pengeksekusian lahan seluas 25,5 hektar tersebut mengatakan bahwa proses ekseskui lahan tersebut berjalan dengan lancar. “Alhamdulilah tidak ada korban yang berjatuhan. Eksekusi lancar dan aman,” ungkapnya.

Disebutkannya, ada sebnyak 40 rumah warga setempat yang masuk dalam lahan eksekusi. “Ada sebanyak 40-an rumah yang terkena eksekusi. Selain itu SPBU juga terkikis sebanyak 10 meter dari arah selatan,” lanjut Dudung.

Berita Selengkapnya Baca di Harian Radar Luwu Raya Edisi Selasa 19 Juli